Innalillahi, Selamat Jalan Untuk Selamanya, Politisi Partai Gerindra Fadil Zon Tiba-tiba Sampaikan Kabar Duka

 

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, politisi partai Gerindra Fadli Zon menyampaikan kabar duka atas meninggalnya Tanya Alwi putri dari sejarawan almarhum Des Alwi.

Fadli zon menyampaikan kabar meninggalnya Tanya Alwi Putri dari almarhum Sejarawan Des Alwi melalui akun twitter nya @fadlizon Senin 22 Februari 2021.

"Takziah ke Ibu Tanya Alwi (Putri dari Alm. Bapak Des Alwi). Semoga diterima di sisi Allah SWT dan husnul khotimah. Aamiin Ya Rabbal Alamin, " cuit Fadli Zon.

Tanya Alwi adalah putri keempat dari almarhum Des Alwi.

Ayah dari Tanya Putri yakni Des Alwi merupakan sejarawan dan diplomat yang mengharumkan banggsa Indonesia.

Des Alwi Abubakar lahir pada tanggal 17 November, 1927 dan meninggal pada tanggal 12 November, 2010.

Des Alwi adalah seorang Indonesia sejarawan , diplomat , penulis dan advokat dari Kepulauan Banda . Ia adalah anak angkat Mohammad Hatta , Wakil Presiden pertama Indonesia.

Halaman:

Editor: Hendra Karunia

Pada akhir hidupnya, Des Alwi memusatkan banyak perhatian dan investasi pribadi pada Banda tercinta. Des mengelola sebuah hotel dan resor di Banda Naira, dengan daftar tamu yang menampilkan Putri Diana , bintang rock Mick Jagger dan Sarah Ferguson . Dia ikut menulis buku "Turbulent Times Past in Ternate and Tidore" bersama dengan Willard A Hanna tentang sejarah Maluku dan Banda Naira.

Awal karir Des Alwi termasuk bekerja di stasiun radio Voice of Indonesia di Yogyakarta. Dia kemudian belajar di King's College di Inggris di mana dia bertemu dengan calon pemimpin politik Malaysia, termasuk Tun Abdul Razak.

Sebagai seorang diplomat, Alwi menjabat masa jabatan di beberapa kedutaan, termasuk Bern, Wina dan Manila.

Dia menjadi kecewa dengan kecenderungan diktator Sukarno. Dia secara kontroversial menetap di Kuala Lumpur pada puncak “Konfrontasi” Indonesia dengan Malaysia di mana dia terlibat, menggunakan nama samaran, dalam sebuah siaran untuk mengecam Sukarno.

Alwi berperan dalam meredakan ketegangan politik antara Indonesia dan Malaysia pada 1960-an dengan mendekati perdana menteri Malaysia saat itu Tun Abdul Razak.

Pada 1970-an, ketertarikan Alwi pada film dokumenter mulai berkembang ketika ia membuat film tentang Hatta dan kemudian membuat film dokumenter lainnya. Ia menyutradarai Tanah Gersang (Tanah Gersang) pada tahun 1972, Cucu (Cucu), dan komedi tentang spionase pada tahun 1973.

LihatTutupKomentar