Subhanallah Seorang Perempuan Khusyuk Salat di Gereja Kudus, Indahnya Toleransi!

 


Media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto seorang perempuan yang melaksanakan salat di sebuah gereja. Foto tersebut awalnya diunggah oleh akun Facebook Info Seputar Tanjungkarang-Instan pada hari ini, Kamis (11/2/2021).

Diketahui, foto tersebut merupakan pengungsi banjir di Kudus, Jawa Tengah. Perempuan tersebut tampak sedang melakukan salat di Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus.

Hingga kini, unggahan tersebut mendapatkan lebih dari 1000 like dan 300 lebih komentar. Walhasil banyak warganet yang memuji bagusnya jalinan toleransi antarumat beragama di Tanjungkarang.

"Ini bukan perihal keyakinan, tetapi kemanusiaan. Potret warga pengungsian yang sholat di gereja. Posko pengungsian di Greja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Tanjungkarang, Jati, Kudus," tulis Info Seputar Tanjungkarang - Instan.

Bahkan, akun Facebook tersebut mengatakan jika dari penanggungjawab gereja membenarkan jika foto itu diambil di tempatnya.

Tampak sebuah ruangan gereja yang digunakan sebagai lokasi pengungsian. Terdapat pula banner atau sejenis spanduk berukuran besar dengan salib yang bertuliskan "Berakar Dalam Firman, Bertumbuh Dalam Karakter, Berbuah Dalam Kapasilas, Berdampak Bagi Dunia".

Terlihat pula ibu-ibu yang duduk santai sembari memperhatikan anak-anak yang sedang bermain. Di sisi lain tampak seorang wanita yang khusyuk salat dengan mengenakan mukena warna lavender.

"Itulah Indonesia..... indahnya tolong menolong, toleransi... menghargai keyakinan agama lain... damai Indonesiaku," tulis Aldo Aldi.

"Dalam pancasila pun diajarkan toleransi apalagi agama.... insylh dimanapun tmptnya kita niat ibadah Allah akan selalu menerima niat kita baik... Allah maha tau," kata Marlina Desie.

"Tanjungkarang memang desa penuh toleransi umat beragama....," ujar Weski Lalatbuah.

"Toleransinya luar biasa," imbuh Syafii Mawon.

"Indahnya saling toleransi. apapun agamanya kita rukun damai..," sahut Anggita Djasmine.

"Solidaritas ko. WI beda keyakinan kita tetap bersaudara dlm negara bgsa kita. Semboyan bersatu kita teguh. Gk ada org hidp sendiri psti butuh bntuan orang lain. Toleransi kita tingkatkan," tandas Pipit Polysta.

LihatTutupKomentar